- CATEGORY -
APARTMENT
ARSITEKTUR
ART
FOOD
GARDENING
GAYA HIDUP
HOUSING
RUANG SEWA KOMERSIL
SEJARAH
URBAN PLANNING
HOME >> URBAN PLANNING 2016-10-27 05:31:17

Peran Kantor Arsitek Dalam Pengembangan Kota

Banyak kantor arsitek yang dikomandoi oleh arsitek senior tidak bisa memuaskan semua pihak, hanya menjadikan proyeknya sebagai suatu karya megah dan indah saja.

Peran Kantor Arsitek Dalam Pengembangan Kota
Sumber Foto : plotratio.com

Baca Juga :
# Jakarta Bakal Bangun Gedung Tertinggi se-Asia Tenggara
# Inilah Tiga Pusat Belanja Favorit Warga Jakarta
# Lippo Agresif Dengan Robbinz Setelah Ceraikan Robinson

PLOTRATIO.COM - Pada saat kita ingin mengisi perut disiang hari ataupun malam disebuah restaurant, hal pertama yang dilakukan adalah meminta menu. Kemudian memilih salah satu atau beberapa jenis makanan yang ada di menu tersebut. Jenis makanan yang ada dimenu merupakan kolaborasi antara pemilik restaurant dengan sang koki. Penyusunan menu didasarkan pada keunikan jenis masakan, penamaan serta harga setelah memperhitungkan selera dan daya beli dari konsumen.

Seperti halnya sebuah restaurant, demikian pula halnya pada perusahaan pengembang (developer). Gagasan pengembangan suatu proyek real estate dituangkan dalam suatu perencanaan induk (master plan) guna menjadi pegangan bagi para stakeholders (developer, pemerintah, konsumen dan arsitek).

Prosesnya diawali saat developer yang memiliki lahan atau baru mengantongi ijin pembebasan lahan ingin membuat konsep pengembangan. Dia dihadapkan dengan kertas kosong yang membuatnya bingung untuk membaca dan memahaminya. Namun dia memiliki obsesi atau mimpi atas lahan tersebut nanti.

Dunia real estate adalah suatu proses yang memiliki 5D. Dimulai dari Dream (mimpi) kemudian diterjemahkan menjadi Design (perencanaan) dan Development (pelaksanaan). Setelah itu Delivery (penyerahan) dan diakhiri dengan Dividend (keuntungan).

Nah, pada saat memasuki tahap ke 2 yaitu Design, developer harus memiliki counterpart yang tangguh, berpengalaman dan reputasi yang baik, sang arsitek. Arsitek dengan sabar dan teliti mendengar Dream kliennya, mencerna dan kemudian menuangkan ide kreatif serta inovatif. Seringkali komunikasi yang kurang baik menghasilkan master plan yang salah. Fatalnya, kesalahan itu baru diketahui pada saat Development sedang berlangsung.

Dunia real estate adalah sebagaimana halnya dunia komputer, input-proses-output. Jika inputnya salah, walaupun prosesnya benar, outputnya pasti salah.

Kerjasama penuangan gagasan dari sang developer harus jelas dan dimengerti oleh sang arsitek. Output dari sang arsitek juga harus kuat, indah dan dapat dipertanggung jawabkan dari segala sisi termasuk sisi keuangan. Banyak kantor arsitek yang dikomandoi oleh arsitek senior yang hanya menjadikan proyeknya sebagai suatu karya megah dan indah saja.

Karyanya ingin diikut sertakan pada perlombaan yang bisa memberikannya award. Padahal hasil karyanya seharusnya memuaskan semua pihak termasuk sang developer yang telah bersusah payah menghimpun kepemilikan lahan. Bagaimana sang developer bisa memperoleh D yang ke 5 yaitu Dividend (keuntungan) jika perencanaannya tidak efisien? Oleh karenanya tidak mengherankan jika banyak dijumpai proyek real estate yang memuaskan kantor sang arsitek tapi menjadi makam bagi sang developer.

Indonesia dikenal sebagai negara yang pertumbuhan bisnis real estatenya cukup pesat. Kantor arsitek asing khususnya dari Amerika dan Jepang mendominasi proyek proyek real estate ditahun 90an, khususnya pengembangan kota baru, pusat perbelanjaan, apartemen dan hotel.

Nama-nama besar seperti Pacific Consultant, Niken Sekei, Design Group dan RTKL merajai dunia real estate Indonesia. Pada saat itu kantor arsitek Indonesia masih belum mampu untuk menjadikan pasar real estate sebagai rumahnya. Skala pengalaman mereka masih minim, istilahnya: jam terbang masih terlalu sedikit.

Peluang ini kemudian disikapi oleh kantor arsitek Indonesia untuk melakukan aliansi dengan kantor arsitek asing dan merekrut tenaga-tenaga arsitek muda lulusan luar negeri.

Era tahun 2000an dapat terlihat dari banyaknya kantor arsitek Indonesia yang mendapatkan kepercayaan dari developer untuk membuat master plan proyek-proyek besar. Nama-nama seperti Arkonin, Encona, Airmas Asri, Atelier 6 dan DCM adalah kantor arsitek lokal besar yang turut bersaing dengan kantor arsitek asing seperti DDG, RTKL, Callison, DP, Townland serta PTI. Kantor-kantor arsitek lokal yang baru pun tumbuh seperti jamur, ikut menikmati kue yang besar dan menggiurkan, berupa proyek komerisal dan residensial. Nama-nama mereka adalah: Tetra, NGA dan Alami Inter Media.

Mampukah para arsitek muda ini merebut bagian kue lebih besar lagi dan mempertahankannya? Kita lihat seberapa inovatif mereka menuangkan karya yang bisa memuaskan stakeholdersnya.
 
Penulis : Tanto Kurniawan (Penulis Buku Cash Flow is King)
Editor : ET24
Sumber : plotratio.com




 

- BERITA TERKAIT -
# Kota yang Maju Butuh Partisipasi Publik
Sebuah kota tidak akan maju dan berkembang jika tidak didukung oleh semua pihak yang berkompeten.
# Perusahaan Keuangan Amerika Akuisisi Mall di Indonesia
Perusahaan ini mempunyai misi mengembangkan mall di daerah-daerah di Indonesia, tidak termasuk ibukota propinsi pulau Jawa.
# Inilah Salah Satu Negara Terbaik yang Menyediakan Perumahan Rakyat
Pemerintah negara ini telah berhasil mengendalikan harga rumah tempat tinggal berupa apartemen yang dijual kepada warga yang membutuhkan melalui skema kepemilikan Dewan Perumahan Negara.
# Kebangkitan Bisnis Properti Malaysia
Industri properti Malaysia mengalami masa keemasan pasca krisis keuangan periode 2009-2013. Terjadi peningkatan harga properti lebih dari 2 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Untitled
Plotratio.com adalah media informasi tentang segala macam Real Estate.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan Berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari indonesia maupun dari luar Indonesia.
Powered by Sarangberita.com @102016